Skip to content
  • Home
  • Agama
  • Bisnis
  • Desa
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Iptek
  • Sosial Budaya
  • Medik.TV
  • Jadwal Cinepolis
info ketapang

Terpercaya dan Terdepan

  • Info Ketapang
  • Seni Budaya

Ritual Adat Naik Jurongk di Ketapang: Ungkapan Syukur dan Pelestarian Budaya Dayak

Admin 09/10/2025

Share this:

  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on X (Opens in new window) X

Ketapang, InfoKetapang – Suasana hangat dan penuh makna terasa di Balai Kepatihan Jagapati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, Kabupaten Ketapang, ketika masyarakat Dayak bersama para tokoh adat dan pejabat pemerintah Kabupaten Ketapag menggelar ritual adat Naik Jurongk Tinggi, Rabu (08/10/2025).

Upacara sakral ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang melimpah serta simbol pelestarian budaya leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Krisantus Kurniawan S.IP., M.Si, Bupati Ketapang sekaligus Patih Jagapati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, Bapak Alexander Wilyo S.STP., M.Si, Anggota DPR RI, DR. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., Wakil Bupati Sanggau Ibu Susana Herpana S.Sos, M.Si, Bupati Sukamara Bapak H. Masduki, S.T., dan beberapa tokoh adat, pemuka agama, organisasi masyarakat, serta undangan lainnya dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan menegaskan pentingnya menjaga serta melestarikan adat, budaya, dan tradisi Dayak di tengah kemajuan zaman.

“Adat, budaya, dan tradisi ini adalah identitas kita, jati diri kita, dan juga harga diri kita. Kalau adat dan budaya hilang, maka hilang pula jati diri kita,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Ritual Naik Jurongk sendiri merupakan tradisi adat masyarakat Dayak yang dilakukan setelah panen padi. “Jurongk” berarti lumbung atau tempat menyimpan padi — simbol kemakmuran, kebersamaan, dan ketahanan pangan.

Melalui prosesi ini, masyarakat Dayak mengucap syukur atas hasil bumi yang diberikan Tuhan sekaligus menegaskan nilai gotong royong dan kearifan lokal.

“Orang Dayak sejak dulu menjunjung tinggi kedaulatan pangan. Hampir tidak ada orang Dayak yang tidak berladang, kecuali yang malas,” kata Alexander sambil berkelakar, disambut tawa para tamu.

Baca juga  Ketua DPD Golkar Febriadi, Perintahkan Seluruh Fraksi Golkar Menangkan Farhan - Leo

Bupati juga menegaskan bahwa semangat kemandirian pangan masyarakat Dayak sejalan dengan program nasional ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Alexander Wilyo juga menjelaskan bahwa selain menjabat sebagai Bupati Ketapang, Ia juga memegang amanah sebagai Patih Jagapati Laman Sembilan Domong Sepuluh — wilayah adat yang meliputi sejumlah desa di pesisir dan pedalaman Ketapang.

Sebagai Patih, ia bertanggung jawab menjaga dan menegakkan adat serta menjadi pelindung seluruh suku dan budaya yang hidup di Ketapang.

“Saya bukan hanya menjaga adat Dayak, tapi juga mengayomi seluruh suku bangsa — Melayu, Jawa, Madura, Bugis, Tionghoa, dan lainnya. Semua punya ruang yang sama untuk tumbuh dan berkembang di Ketapang,” tegasnya.

Acara ini berlangsung dengan suasana akrab dan penuh canda. Setelah sambutan dan doa, acara dilanjutkan dengan prosesi makan beradat di Balai Kepatihan. Para tokoh adat dan tamu kehormatan diundang untuk menikmati hidangan tradisional di bagian dalam balai, sementara tamu lainnya disambut di area terpisah yang sudah disiapkan panitia.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pemberian gelar adat kepada beberapa tokoh masyarakat dan pejabat daerah, termasuk Kepala BIN Daerah Kalimantan Barat yang dijadwalkan hadir.

Sebagai penutup, masyarakat disuguhkan tarian Begal, salah satu tarian khas Dayak Ketapang yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan terhadap alam.

Menutup sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan acara dan menyampaikan doa penuh makna bagi seluruh masyarakat.

“Saya doakan yang berdagang semoga untung, yang berladang semoga padinya banyak, yang belum menikah semoga cepat dapat jodoh,” ucap Bupati dengan senyum, disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.

Ritual Naik Jurongk tahun ini bukan hanya menjadi ajang adat semata, tapi juga simbol persatuan, penghormatan terhadap leluhur, dan komitmen bersama menjaga kebudayaan Dayak agar terus hidup di tengah arus modernisasi.wd

Tags: bupati ketapang info ketapang kabar ketapang ketapang terkini

Post navigation

Previous Pentas Seni Budaya Dayak (PSBD) Kabupaten Ketapang ke-IX tahun 2025, Resmi Dibuka
Next Korban Tenggelam di Kendawangan Ditemukan

Medik.TV Ketapang

Advertorial

Slider Post

Kapolres Ketapang Ajak Masyarakat Cegah Karhutla dan Tertib Berlalu Lintas dalam Program Ngopi di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang
Wabup Ketapang Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jami’ Al-Huda Teluk Bayur, Sungai Laur
RELINDO Ketapang Salurkan 50 Paket Respira Kit untuk Anak Terdampak Karhutla
Bupati Ketapang Tegaskan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas dalam Penanganan Antrean dan Kelangkaan BBM
Kapolres Ketapang Sambangi FKUB, Perkuat Sinergi Menjaga Kerukunan dan Kondusivitas
FKP Disdukcapil Ketapang Dorong Transformasi Digital Pelayanan Administrasi Kependudukan
Lantik 115 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Ketapang : Jabatan Amanah Bukan Hak
PD-DMI Ketapang Masa Bakti 2026–2031 Siapkan Program Berbasis Data dan Kebutuhan Umat
Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama 2026: Ekoteologi Jadi Jembatan Kerukunan di Tengah Ancaman Karhutla
Beda Warna Gelar Audisi Borneo Cultural Talent Festival 2026 di Ketapang, Hadirkan Lomba Mewarnai
previous arrow
next arrow

Iklan Full

Office: Jl. Kolonel Sugiono Gg. Kenari No. 2 Delta Pawan Ketapang.

email: blueink@infoketapangnews.com

Subcribe Berita Infoketapang

BlueInk © 2026