Skip to content
info ketapang

Terpercaya dan Terdepan

  • Home
  • Agama
  • Bisnis
  • Desa
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Iptek
  • Sosial Budaya
  • Medik.TV
  • Jadwal Cinepolis
  • Opini

Jangan Menilai Shalat Istisqa dari Sepenggal Pernyataan

Admin 27/08/2026

Share this:

  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on X (Opens in new window) X

Dok. Infoketapangnews

Penulis: M. Syafi’ie Huddin

Penulis adalah Ketua Komisi Informatika, Komunikasi, Pengkajian dan Penelitian MUI Kab. Ketapang

“Jangan hanya meminta hujan, tetapi juga memperbaiki diri. Jangan hanya berdoa, tetapi juga berikhtiar.” M. Syafi’ie Huddin

Minimnya literasi keagamaan, mungkin karena kurang belajar atau jarang bertanya kepada orang yang memiliki pengetahuan agama, kadang membuat sebagian orang memahami shalat istisqa seperti shalat biasa: ketika kemarau, tinggal menentukan hari, berkumpul, lalu melaksanakannya.

Padahal, dalam pembahasan fikih, shalat istisqa memiliki tata cara, adab, dan ikhtiar yang menyertainya. Karena itu, ketika ada ulama yang mengingatkan tentang tahapan-tahapan sebelum pelaksanaannya, mestinya yang dilakukan adalah memahami maksudnya terlebih dahulu, bukan langsung menyimpulkan bahwa ulama tersebut menolak shalat istisqa.

Saya sendiri banyak mendapat pesan dari sejumlah tokoh, baik secara langsung maupun melalui komunikasi pribadi, yang menyayangkan komentar-komentar netizen terhadap postingan Sorot10 saat mewawancarai Drs. KH. Moh. Faisol Maksum terkait persoalan kemarau di Kabupaten Ketapang dan shalat istisqa.

Yang disayangkan bukan karena adanya perbedaan pandangan. Perbedaan pendapat itu biasa. Yang menjadi persoalan adalah ketika perbedaan tersebut kemudian berubah menjadi komentar yang menyerang pribadi atau lembaga keagamaan. Apalagi, yang menjadi objek pembicaraan adalah seorang ulama yang semestinya dihormati.

Kalau kita mau sedikit lebih tenang dan mengikuti video Kyai Faisol di Sorot10 dari awal sampai selesai, sebenarnya tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Di bagian awal, beliau menyampaikan bahwa belum saatnya melaksanakan shalat istisqa karena ada tahapan-tahapan yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pandangan beliau sebelum adanya rapat MUI.

Tetapi, jangan berhenti pada bagian awal video.

Di bagian akhir, beliau justru menjelaskan bahwa MUI tetap membicarakan persoalan tersebut dan mengadakan rapat dengan mengundang pihak-pihak terkait untuk mendengarkan berbagai masukan dan menentukan langkah yang terbaik.

Dan setelah rapat dilaksanakan serta berbagai masukan diterima, akhirnya MUI sepakat untuk melaksanakan shalat istisqa.

Lalu, apa yang salah?

Bukankah sikap seperti itu justru menunjukkan bahwa sebuah keputusan tidak diambil secara tergesa-gesa? Ada pandangan awal, kemudian dibicarakan bersama, mendengar masukan dari berbagai pihak, lalu menghasilkan keputusan.

Baca juga  Malam Apresiasi Duta Genre Kabupaten Ketapang: Membangun Generasi Unggul dan Muda Berprestasi

Jadi, sangat tidak tepat jika pernyataan awal Kyai Faisol dipotong dari konteks keseluruhan video, kemudian seolah-olah beliau atau MUI menolak shalat istisqa.

Padahal, faktanya tidak demikian.

Ada hal lain yang juga perlu dipahami. Ketika Ketua MUI Ketapang menyampaikan pentingnya tahapan-tahapan sebelum shalat istisqa, pernyataan tersebut tidak harus dibaca sebagai syarat fikih yang kaku, seolah-olah shalat istisqa tidak sah jika semua tahapan itu tidak dilakukan.

Bisa saja itu dipahami sebagai bentuk taghlizh—penekanan atau pemberatan dalam nasihat—agar masyarakat tidak menjadikan shalat istisqa sebagai satu-satunya respons ketika kemarau datang, sementara ikhtiar dan evaluasi terhadap perilaku manusia justru dilupakan.

Dengan kata lain, jangan hanya meminta hujan, tetapi juga memperbaiki diri. Jangan hanya berdoa, tetapi juga berikhtiar.

Ada pula pertimbangan siyasah syar’iyyah, yakni bagaimana persoalan keagamaan ditempatkan dalam kondisi dan kemaslahatan masyarakat. Jika kondisi kekeringan belum sampai pada tingkat yang sangat kritis dan kebutuhan air masih dapat dipenuhi melalui sumber yang tersedia atau distribusi pemerintah, maka ikhtiar teknis tetap harus dilakukan, sembari memperbanyak doa, istighfar, sedekah, taubat, dan amal kebajikan.

Bukankah Islam memang mengajarkan keduanya?

Berdoa tanpa ikhtiar tidak tepat. Ikhtiar tanpa doa juga tidak lengkap.

Karena itu, menurut saya, persoalan ini tidak perlu dibawa ke wilayah saling menyalahkan. Apalagi sampai menyerang pribadi ulama atau lembaga keagamaan.

Kalau memang ada perbedaan pemahaman tentang shalat istisqa, silakan didiskusikan dengan ilmu. Kalau ada yang belum paham, bertanyalah kepada yang berilmu. Jangan menjadikan kolom komentar sebagai tempat menghakimi persoalan agama yang sebenarnya membutuhkan penjelasan.

Dan yang paling penting, mari kita lihat persoalan ini secara utuh.

Kyai Faisol menyampaikan pandangan sebelum rapat. MUI kemudian bermusyawarah, mendengar masukan berbagai pihak, dan akhirnya memutuskan melaksanakan shalat istisqa.

Jadi, kalau keseluruhan prosesnya kita lihat dengan kepala dingin, sebenarnya tidak ada kontradiksi di sana.

Yang berbeda adalah tahapan berpikir sebelum mengambil keputusan.

Wallāhu a’lam.

Tags: hujan hujan ketapang infoketapang kalimantan shalat istisqa

Post navigation

Previous Respon Cepat, Setda Ketapang Salurkan 16.000 Liter Air Bersih ke Warga Mulia Baru
Next Ribuan Warga Ketapang Gelar Sholat Istisqa, Berdoa di Tengah Kemarau Panjang

Medik.TV Ketapang

Advertorial

Slider Post

Menhut Tinjau Karhutla Ketapang, Presiden Kucurkan Bantuan Rp20 Miliar
LPPTKA-BKPRMI Ketapang Wisuda 89 Santri TPA, TQA dan Tahfidz Al-Qur’an
Kolaborasi AKSI PEDULI KARHUTLA, Distribusikan Makanan dan Minuman Dingin ke Tim Manggala Agni dan TNI.
Pemdes Kalinilam Bersama Unsur Desa Salurkan Air Bersih, Hampir 100 KK Terbantu
BKPRMI Ketapang Salurkan Masker dan Air Bersih, dan Turun Langsung Bantu Korban Karhutla
BKPRMI Ketapang Gelar Aksi Peduli di Tengah Kualitas Udara yang Menurun di Ketapang
Ratusan Warga Benua Kayong Gelar Sholat Istisqa’, Ikhtiar Bersama Memohon Hujan
Ribuan Warga Ketapang Gelar Sholat Istisqa, Berdoa di Tengah Kemarau Panjang
Jangan Menilai Shalat Istisqa dari Sepenggal Pernyataan
Respon Cepat, Setda Ketapang Salurkan 16.000 Liter Air Bersih ke Warga Mulia Baru
previous arrow
next arrow

Iklan Full

Office: Jl. Kolonel Sugiono Gg. Kenari No. 2 Delta Pawan Ketapang.

email: blueink@infoketapangnews.com

Subcribe Berita Infoketapang

Copyright © All rights reserved | DarkNews by AF themes.