Ketapang, InfoKetapangNews — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Ketapang menggelar Aksi Peduli Bagi-Bagi Masker untuk Jemaah Masjid, Ustadz/Ustadzah, dan Santri TPA, Minggu (30/8/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari kepedulian DPD BKPRMI Kabupaten Ketapang terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap..

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-49 BKPRMI. Dalam pelaksanaannya, Tim Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Ketapang berkolaborasi dengan Tim Berbagi Cahaya Gelis 212.
Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Ketapang, Edy Karnaen, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga menjadi momentum untuk memperingati perjalanan BKPRMI yang telah memasuki usia ke-49 tahun.
“Kegiatan ini selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kabut asap akibat karhutla, juga merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-49 BKPRMI,” kata Edy.
Menurutnya, kondisi kualitas udara yang kurang baik perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta mereka yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
“Kami berharap masker yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan udara yang kurang sehat,” ujarnya.
Namun demikian, Edy menegaskan bahwa penanganan dampak kabut asap tidak cukup hanya melalui pembagian masker. Langkah yang lebih penting, menurutnya, adalah penanganan persoalan karhutla secara serius dan pelaksanaan upaya pencegahan secara berkelanjutan.

“Yang lebih penting adalah bagaimana persoalan karhutla ini dapat ditangani secara serius dan dilakukan pencegahan secara berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, DPD BKPRMI Ketapang juga berencana meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Nanjung pada Senin (31/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat agar bantuan yang akan diberikan dapat tepat sasaran.
Melalui aksi peduli tersebut, BKPRMI Ketapang berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap dampak karhutla dan menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.wd
